Terkadang jarak yang memisahkan belum tentu menjadi masalah
dalam sebuah hubungan, rasa rindu yang dalam terpendam dapat terungkap dengan sebuah ucapan ya .. “aku
rindu kamu” gambar sesosok pria berwajah tegas ternyata mampu mengusik
rindu,mendengar sebuah rekaman ulang suara yang meneduhkan,membuka kembali
kata-kata yang melampiaskan hasrat melukiskan betapa besar rindu itu tersirat.
Lalu bagaimana dengan
cemburu ?
Aku bukan siapa-siapa
kamu. Kita hanya teman di dunia maya menurutku,tatap muka dengan waktu yang
begitu singkat tidak menguatkan rasa yang terpendam. Bagaimana aku tau bahwa
aku cemburu ? berawal dari sapaan “haloo..” telpon genggam itu semakin sering
berdering. Semakin hari kata-kata yang terucap didalam kotak masuk pun berubah suasana
seperti mencium bau aroma bungan lily segar seolah mengubah perasaan semakin
terbang melayang jauh. Dulu .. hanya sekedar menyapa “hey .. apa kabar ?”
pikirku itu hal yang sangat biasa,tapi seketika menjadi luar biasa disaat ada
rasa yang menggebu,ada rasa yang begitu menyesakkan didalam dada. Entah apa
namanya .. yang jelas aku begitu menyukai rasa itu disaat aku hendak membuka
kotak masuk,menunggu telpon itu berdering,bahkan menjawab sembari menebak
bagaimana suara yang akan terdengar. Bagaikan sensasi yang begitu memberika
rasa ketagihan lagi .. lagi .. dan lagi ketika komunikasi berhenti. Tak ingin
kumatikan percakapan itu,tak ingin ku hentikan setiap pesan yang datang seakan
aku mabuk didalam lautan sapaan hangat yang mungkin hanya bualan belaka tebakku.
Tapi aku menyukainya,aku menginginkannya.
Sampai pada waktu dimana aku mencari. Aku kehilangan,juga
ada rasa rindu yang tak terkalahkan disaat komunikasi benar-benar tidak
menunjukan gelagat akan ada kabar yang datang,ada sapaan hangat yang akan
menyapa. “ahh .. mungkin sibuk” pembelaan untuk rasa rindu yang begitu meluap. Tapi
apa sebaiknya aku yang harus memulai duluan percakapan rindu ini ? belum sempat
aku tahu,rasa apa ini. Belum sempat hati ini tau akan maumu. tiba-tiba rasa
sakit yang datang menghantam. adanya
sesosok wanita yang dinamakan seorang teman karib adalah penyebabnya. Seolah
menjawab semua pertanyaaan “ah .. mungkin sibuk”. Tira wanita itu biasa disapa
datang dengan wajah yang begitu sumringah membawa keceriaan yang kusambut
dengan tangan terbuka seperti para sahabat lain nya ketika hendak mendengar
berita baik dari temannya . tira terus menceritakan seorang pria berparas
tegas,lucu,namun meneduhkan. Perkenalan yang baru dimulai,sapaan yang sama juga
sepertinya dimiliki tira. Bukan inginku untuk tidak menerima kebahagiaan mu
sahabat, tapi itu priaku,itu pria tegasku itu yang selalu meneduhkanku ! itu
adalah pria yang baru saja mengisi ruang kosong didalam hatiku,memberi warna
segar,menemani senja hingga malam tertidur lelap.
Pria bajingan !
sungguh aku mencintaimu . bodoh .
Aku mengakuinya . aku MENCITAINYA . akhirnya .. aku
mencintainya itu bukan sebuah keputusan namun itu adalah jawaban mengapa begitu
sakit yang kurasakan disaat tira begitu bersemangat berdongeng mengenai si
pria. Kamu tak mengerti sikap perduliku selama ini ? kamu tak mersakan
bagaimana aku menunjukan rasa yang entah apa nama nya ketika aku merengek
seperti balita yang kujadikan sebagai modus bahwa aku rindu. Pria kamu
benar-benar rapi menyimpan rahasia hingga aku terlelap didalam mimpi ku untuk
menjadi milikmu hanya satu yaitu aku.
Aku mengenalmu pada waktu yang singkat. apakah aku,kita,
harus mengakhiri semua cerita dengan singkat juga ? seharusnya kamu
tau,seharusnya kamu juga mersakan itu. Muanfik ! aku lebih muda 8 tahun
denganmu,masa hal yang begini saja kamu tak bisa merasakan. Kamu tau atau
bepura-pura ? egoku kembali memuncak. Pria kamu memang pintar
bersandiwara,mebolak-balikan rasa dan perasaan hingga pada akhirnya berhasil
menghantam rasa perih yang teramat dalam. Untung saja aku masih punya air
mata,untung saja aku masih bisa bercerita dengan hatiku sendiri yang mungkin
hati ini terus bertanya-tanya, siapa aku dimatamu? bagaimana perasaan dengan
ini? harus disematkan kepadamu kah pria ? Apa maumu? Satu,ribuan bahkan milyaran pertanyaan yang
kulontarkan hanya tangis yang bisa melegakan. Lalu hanya kamu pria ..
pertanyaan ini kusimpan, karna hanya pria yang dapat mampu menjawab.