Kamis, 09 Agustus 2012

Rasa

Terkadang jarak yang memisahkan belum tentu menjadi masalah dalam sebuah hubungan, rasa rindu yang dalam terpendam dapat  terungkap dengan sebuah ucapan ya .. “aku rindu kamu” gambar sesosok pria berwajah tegas ternyata mampu mengusik rindu,mendengar sebuah rekaman ulang suara yang meneduhkan,membuka kembali kata-kata yang melampiaskan hasrat melukiskan betapa besar rindu itu tersirat.

Lalu bagaimana dengan cemburu ?


Aku bukan siapa-siapa kamu. Kita hanya teman di dunia maya menurutku,tatap muka dengan waktu yang begitu singkat tidak menguatkan rasa yang terpendam. Bagaimana aku tau bahwa aku cemburu ? berawal dari sapaan “haloo..” telpon genggam itu semakin sering berdering. Semakin hari kata-kata yang terucap didalam kotak masuk pun berubah suasana seperti mencium bau aroma bungan lily segar seolah mengubah perasaan semakin terbang melayang jauh. Dulu .. hanya sekedar menyapa “hey .. apa kabar ?” pikirku itu hal yang sangat biasa,tapi seketika menjadi luar biasa disaat ada rasa yang menggebu,ada rasa yang begitu menyesakkan didalam dada. Entah apa namanya .. yang jelas aku begitu menyukai rasa itu disaat aku hendak membuka kotak masuk,menunggu telpon itu berdering,bahkan menjawab sembari menebak bagaimana suara yang akan terdengar. Bagaikan sensasi yang begitu memberika rasa ketagihan lagi .. lagi .. dan lagi ketika komunikasi berhenti. Tak ingin kumatikan percakapan itu,tak ingin ku hentikan setiap pesan yang datang seakan aku mabuk didalam lautan sapaan hangat yang mungkin hanya bualan belaka tebakku. Tapi aku menyukainya,aku menginginkannya.
Sampai pada waktu dimana aku mencari. Aku kehilangan,juga ada rasa rindu yang tak terkalahkan disaat komunikasi benar-benar tidak menunjukan gelagat akan ada kabar yang datang,ada sapaan hangat yang akan menyapa. “ahh .. mungkin sibuk” pembelaan untuk rasa rindu yang begitu meluap. Tapi apa sebaiknya aku yang harus memulai duluan percakapan rindu ini ? belum sempat aku tahu,rasa apa ini. Belum sempat hati ini tau akan maumu. tiba-tiba rasa sakit yang datang menghantam.  adanya sesosok wanita yang dinamakan seorang teman karib adalah penyebabnya. Seolah menjawab semua pertanyaaan “ah .. mungkin sibuk”. Tira wanita itu biasa disapa datang dengan wajah yang begitu sumringah membawa keceriaan yang kusambut dengan tangan terbuka seperti para sahabat lain nya ketika hendak mendengar berita baik dari temannya . tira terus menceritakan seorang pria berparas tegas,lucu,namun meneduhkan. Perkenalan yang baru dimulai,sapaan yang sama juga sepertinya dimiliki tira. Bukan inginku untuk tidak menerima kebahagiaan mu sahabat, tapi itu priaku,itu pria tegasku itu yang selalu meneduhkanku ! itu adalah pria yang baru saja mengisi ruang kosong didalam hatiku,memberi warna segar,menemani senja hingga malam tertidur lelap.

Pria bajingan ! sungguh aku mencintaimu . bodoh .

Aku mengakuinya . aku MENCITAINYA . akhirnya .. aku mencintainya itu bukan sebuah keputusan namun itu adalah jawaban mengapa begitu sakit yang kurasakan disaat tira begitu bersemangat berdongeng mengenai si pria. Kamu tak mengerti sikap perduliku selama ini ? kamu tak mersakan bagaimana aku menunjukan rasa yang entah apa nama nya ketika aku merengek seperti balita yang kujadikan sebagai modus bahwa aku rindu. Pria kamu benar-benar rapi menyimpan rahasia hingga aku terlelap didalam mimpi ku untuk menjadi milikmu hanya satu yaitu aku.

Aku mengenalmu pada waktu yang singkat. apakah aku,kita, harus mengakhiri semua cerita dengan singkat juga ? seharusnya kamu tau,seharusnya kamu juga mersakan itu. Muanfik ! aku lebih muda 8 tahun denganmu,masa hal yang begini saja kamu tak bisa merasakan. Kamu tau atau bepura-pura ? egoku kembali memuncak. Pria kamu memang pintar bersandiwara,mebolak-balikan rasa dan perasaan hingga pada akhirnya berhasil menghantam rasa perih yang teramat dalam. Untung saja aku masih punya air mata,untung saja aku masih bisa bercerita dengan hatiku sendiri yang mungkin hati ini terus bertanya-tanya, siapa aku dimatamu? bagaimana perasaan dengan ini? harus disematkan kepadamu kah pria ? Apa maumu?  Satu,ribuan bahkan milyaran pertanyaan yang kulontarkan hanya tangis yang bisa melegakan. Lalu hanya kamu pria .. pertanyaan ini kusimpan, karna hanya pria yang dapat mampu menjawab.